Selasa, 13 Desember 2016

Mengenang “Kudeta Pancasila oleh Komunis” G 30S/PKI

Peristiwa kelam dalam sejarah bangsa Indonesia,telah terjadi “Kudeta Pancasila oleh Komunis”…Dan telah umum kita dengar peristiwa tersebut dengan sebutan G30S/PKI…Tentu peristiwa ini bukanlah awal dan puncak dari “kudeta” yang ingin dilakukan….Dan peristiwa itu telah terjadi 50 tahun yang lalu…So,apakah itu hanya sekedar sejarah???…Atau justru sejarah itu bisa kembali ter-ulang???…Mari kita sedikit kupas sejarah yang WAJIB diketahui oleh anak cucu kita semua…Agar tau dan paham atas bahaya nya paham Komunis bagi keutuhan NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA………



Awal Komunis….

1). Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx danFriedrich Engels, sebuah manisfesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas  (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejarhteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.

2).Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke 19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh  dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi  dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi.

3).Komunisme atau Marxisme  adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut “Marxisme-Leninisme”.

4).Komunis internasional sebagai teori ideologi mulai diterapkan setelah meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok,Vietnam,Korea Utara, Kuba, dan Laos. Komunis internasional adalah teori yang disebutkan oleh Karl Marx.



Komunis tempoe dulu…

1). Pada masa sebelum Perang Dunia I, paham komunis masuk ke Indonesia dibawa oleh seorang pimpinan buruh Negeri Belanda bernama H.J.F.M. Sneevliet. Ia adalah anggota Partai Buruh Sosial Demokrat atauSociaal Democratische Arbeiderspartij. Semula ia tinggal di Surabaya sebagai staf redaksi sebuah surat kabar kemudian dipindahkan ke Semarang dan menjadi sekretaris pada Semarangse Handelsblad.Semarang. H.J.F.M.

Pada tanggal 9 Mei 1914, Sneevliet bersama rekan-rekannya, J.A. Brandsteder, H.W. Dekker dan P. Bergsma, mendirikan organisasi yang dinamakan Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) di Semarang pada tanggal 4 Mei 1914.Haluan organisasi ini adalah Marxisme.

2). Indonesia adalah Negara yang penduduknya mayoritas beragama islam. Corak agamis dan anti kolonial jelas menjadi daya tarik kuat bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam organisasi yang beraliran islam. Salah satu organisasi islam yang besar adalah Sarekat Islam. Di bawah pimpinan sosok kharismatic H. ‘Umar Said Tjokroaminoto (1882-1934) organisasi SI kian berbobot. Tokoh ini sudah pernah berurusan dengan aparat hukum kolonial karena faham anti kolonial yang jelas.

Pada masa itu berurusan dengan aparat dalam arti melawan penguasa dapat menaikkan martabat dalam pandangan rakyat. Tentu saja juga memiliki resiko besar, termasuk nyawa taruhannya. Berdasarkan pertimbangan tersebut, kaum komunis menempuh cara licik. Pendekatan Sneevliet dilakukannya melaui pimpinan SI Semarang yakni Semaun dan Darsono Mereka tidak merasa perlu bersusah payah meraih pengikut dari warga yang belum menjadi anggota suatu partai, tetapi mencoba menyusup masuk Sarekat Islam dan menggembosinya. Dan hasilnya memuaskan, banyak  anggota SI yang terpengaruh. Dengan bantuan Semaoen –tokoh SI yang kelak menjadi tokoh senior PKI– organisasi SI pecah menjadi SI Putih dan SI Merah sebagai akibat pembelotan para anggotanya.

3). Konsep Komunis dalam  Azas Ketuhanan yaitu Atheis (tidak mengenal tuhan) red: tidak beragama. Oleh karena itu agama menjadi momok yang sangar dibenci..Terutama di Indonesia  yaitu agama Islam. Begitu banyak Kyai-kyai,Ust,Santri-santri dibunuh dengan sadis oleh orang-orang komunis dengan harapan lawan politiknya tumbang.



Pemberontakan PKI…

1). Tahun 1926-1927 PKI melakukan pemberontakan kepada Belanda. Pemberontakan di Jawa (Priangan, Solo, Banyumas, Pekalongan, Kedu, Kediri dan Banten) dan Sumatera (Padang, Silungkang dan Padang Panjang), pada kenyataan justru menimbulkan korban pada rakyat. Pemberontakan ini dapat dengan mudah diluluh lantakkan Belanda. Akibatnya, 9 orang digantung, 13.000 orang ditahan dan kemudian sebagian diasingkan di Tanah Merah, Digul.

2). Pada tahun 1927, PKI Sumatera Barat terlambat memberontak. PKI sendiri memprovokasi kaum tani yang muslimin. Mereka memang menjadi korban kekejaman Belanda karena harus membayar pajak yang terlampau tinggi. Dari pemberontakan, PKI memang melakukan tipu-muslihat dengan mengeksploitir penderitaan para petani. Sesungguhnya PKI hanya mengumpankan kepada Belanda. Orang-orang PKI mengatakan, apabila memberontak, akan datang kapal terbang Angkatan Udara Turki ditugaskan oleh Kemal Ataturk membantu pemberontakan (Brackman, seperti dikutip Taufiq Ismail dalam Katastrofi Mendunia…., halaman xxvi)

3). Pengkhiatan demi pengkhiatan pun dilakukan. PKI tidak peduli dengan perjuangan Bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda. Peristiwa ini diawali dengan diproklamasikannya negara Soviet Republik Indonesia pada tanggal 18 September 1948 di Madiun oleh Muso, seorang tokoh Partai Komunis Indonesia dengan didukung pula oleh Menteri Pertahanan saat itu, Amir Sjarifuddin..Di sumur tua desa Soco ditemukan tak kurang dari 108 jenazah korban kebiadaban PKI. Sebanyak 78 orang diantaranya dapat dikenali, sementara sisanya tidak dikenal. Sumur-sumur tua yang tak terpakai di desa Soco memang dirancang oleh PKI sebagai tempat pembantaian massal sebelum melakukan pemberontakan.

4). Peristiwa 3 daerah  8 Oktober – 9 November 1945

5). Gerombolan Ce’Mamat berhasil menculik dan membunuh Bupati Lebak R. Hardiwinangun di Jembatan Sungai Cimancak pada tanggal 9 Desember 1945.

6). Pasukan Ubel-ubel. Aksi kekerasan dan teror dilakukan. Puncaknya pada tanggal 12 Desember 1945, Laskar Hitam dibawah pimpinan Usman di daerah Mauk, membunuh tokoh nasional Oto Iskandar Dinata.

7). PKI Cirebon. PKI di bawah pimpinan Mr. Yoesoef dan Mr. Soeprapto mengadakan konferensi Laskar Merah. Sekitar 3000 anggota Laskar Merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur hadir di Cirebon pada tanggal 12 Februari 1946. Rupanya konferensi hanyalah kedok untuk merebut kekuasaan.

8). Revolusi Sosial Langkat. Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 ternyata tidak sepenuhnya bisa diterima oleh sejumlah kerajaan di Sumatera Timur. Kondisi tersebut dimanfaat oleh PKI untuk melakukan aksi sepihak. Inilah yang menimpa Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura. Pada tanggal 3 Maret 1946 terjadi Revolusi Sosial yang dilakukan PKI di Langkat. Secara paksa PKI merebut kekuasaan para pemerintahan kerajaan bahkan membunuh raja-raja dan keluarganya. Tidak hanya membunuh, PKI pun merampas harta benda milik kerajaan. Pada tanggal 9 Maret 1946, PKI dibawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan menyerang Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura.

9). Buruh SAPBURI,Delanggu Klaten. Menggerogoti wibawa pemerintah yang sah adalah sebuah sistem pergerakan yang selalu dilakukan PKI. Sekitar 1.500 pekerja pabrik karung goni dari tujuh perusahaan perkebunan miliki Pemerintah di Delanggu, Klaten melakukan pemogokan pada tanggal 23 Juni 1948. Mereka yang tergabung di dalam Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia (SARBUPRI)—organisasi buruh PKI—menuntut kenaikan upah

10.) Blora. Pasukan PKI menyerang Markas Kepolisian Distrik Ngawen, Kabupaten Blora pada 18 September 1948. Setidaknya 20 orang anggota polisi ditahan. Namun, ada tujuh polisi yang masih muda dipisahkan dari rekan-rekannya. Setelah datang perintah dari Komandan Pasukan PKI Blora, mereka dibantai pada tanggal 20 September 1948. Sementara tujuh polisi muda dieksekusi dengan cara keji. Ditelanjangi kemudian leher mereka dijepit dengan bambu. Dalam kondisi terluka parah, tujuh polisi dibuang ke dalam kakus/jamban (WC) dalam kondisi masih hidup, baru kemudian ditembak mati.

11). Tirtomoyo. Ini tragedi berdarah di Wonogiri, Jawa Tengah. Aksi yang dilakukan adalah dengan menculik lawan-lawan politiknya. Pejabat pemerintahan, TNI, polisi, dan wedana menjadi santapan empuk PKI. Di sebuah ruangan bekas laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomoyo, PKI menyekap sedikitnya 212 orang—terdiri dari para pejabat dan masyarakat yang melawan partai berideologi Komunis tersebut. Aksi pembantaian dilakukan sejak tanggal 4 Oktober 1948. Satu-persatu dan juga bersama-sama, akhirnya 212 tawanan dibantai dengan keji.

12).Di bawah tokoh-tokoh muda seperti DN Aidir, sejak tahun 1950 PKI melakukan konsolidasi kekuatan. PKI pun berhasil menyatukan kembali kekuatannya yang telah berserakan setelah Pemberontakan Madiun. Aksi yang terus dilakukan adalah menyebarkan pengaruhnya di berbagai kalangan dan institusi.

13) LEKRA.PKI tidak hanya memfokuskan diri pada bidang politik untuk membangun kekuatannya. Para sastrawan, seniman dan budayawan juga direkrut. Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) memasukkan komunisme ke dalam seni dan sastra. Mempolitikkan budayawan dan mendiskreditkan lawan. Pada tanggal 22 sampai 25 Maret 1963, LEKRA menyelenggarakan Konferensi Nasional I Lembaga Sastra Indonesia di Medan. Konferensi tidak hanya membahas masuknya Komunisme di bidang sastra, juga menuntut dibentuknya Kabinet Gotong Royong yang memungkinkan masuknya tokoh-tokoh PKI di dalamnya.

14). Bandar Betsi,Pematang Siantar. Sejarah ini menunjukkan PKI memang brutal. Mereka pada tanggal 14 Mei 1965 melakukan aksi sepihak yakni dengan menguasai secara tidak sah tanah-tanah miliki Negara. Pemuda Rakyat, BTI, dan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) melakukan penanaman secara liar di areal lahan milik Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Karet IX Bandar Betsi. Sekitar 200 massa ikut serta dalam aksi tersebut. Pelda Sudjono yang sedang ditugaskan di perkebunan secara kebetulan menyaksikan perilaku anggota PKI tersebut. Sudjono pun memberi peringatan agar aksi dihentikan. Anggota PKI bukannya pergi, justru berbalik menyerang dan menyiksa Sudjono. Akibatnya Sudjono tewas dengan kondisi yang amat menyedihkan

15). 13). 30 September 1965..Sebanyak 7 petinggi Jenderal AD menjadi korban,  jenazah  para perwira tinggi dan menengah  itu disiksa didalam rumah kecil dan dimasukkan ke dalam sebuah sumur yang bergaris tengah ¾ meter dengan kedalaman kira – kira 12 meter, yang kemudian dikenal dengan nama Sumur Lubang Buaya.



Komunis Saat ini…

1.Partai Komunis Indonesia (PKI) atau kini dikenal dengan Komunis Gaya Baru (KGB) sudah berhasil menyusup di dalam internal Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.Hal tersebut terindikasi dari sebuah fakta yang terungkap di sekolah-sekolah. Dimana materi tentang sejarah G 30 S tanpa PKI sengaja dihilangkan dari mata pelajaran sejarah.

2.Orang-orang yang terindikasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) saat ini mudah masuk untuk ikut berkecimpung dalam jalur politik. Sebab keberadaan mereka telah mendapatkan perlindungan secara resmi dari Undang-undang.Hal itu terjadi sejak banyak kadernya menyusup dan berhasil mencabut UU No.12 Tahun 2003 tentang Pemilu pasal 60G melalui Juridis Review yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Di mana isinya memuat tentang tidak diperbolehkannya anggota, kader dan simpatisan PKI menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) baik Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Sejak itu mereka berhasil masuk termasuk Rika Ciptaningrum, penulis buku “Aku Bangga menjadi Anak PKI”.. masuknya sekitar 61 orang kader PKI ke dalam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dan lembaga legislatif di jenjang provinsi dan kota.

3. Meski PKI dibubarkan 12 Maret 1966 melalui TAP MPR N0. XXV 1996 tapi satu dasawarsa perkembangan komunis semakin kelihatan. Dibeberapa daerah seperti di Jawa Timur saat karnaval HUT RI 70, di Jember, Bayakumbu, Pamungkatan bahkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) telah berkibar bendera dan lambang PKI.

4). 1 Mei ditetapkan sebagai libur nasional pada tahun 2014, merupakan kemenangan kaum Komunis/PKI. Metamorfosis gerakan PKI muncul melalui berbagai pintu, baik secara illegal PKI sudah Berkongres ke X (ke XI tahun 2015 ini di Basrev PKI), media legal via PRD (Partai Rakyat Demokratik) yang sudah berkongres ke VIII di Jakarta pada tanggal 24-26 Maret 2015 dipimpin oleh oleh Agus Jabo (AD/ART PRD = AD/ART PKI hasil kongres PKI thun 1954) dan media emosional dan PKI-Net dimotori oleh kaum tua dan anak-anak PKI/ tokoh PKI 1920-1965

5). Terbitnya buku Aku Bangga Jadi anak PKI (2002), Anak PKI Masuk Parlemen (2005), 50 Tahun anak PKI (2008) dan Pedoman Revolusi Rakyat (2012), bersamaan dengan terbitan dalam dan luar negeri yang “meluruskan” kesadisan dan keganasan PKI seolah-olah gerombolan PKI adalah komuitas orang-orang yang beradab dan sholeh, padahal PKI adalah satuan kaum Atheis yang mengikuti instruksi Lenin dan Stalin ditahun 1965 bergani tuan yang bernama Mao Tse Dong.

6). Film Lentera merah, Wanita berkalung sorban, biarkan berbeda, tanda Tanya “?” dan senyap adalah sedikit bukti visual kedegilan kaum PKI. Kesimpulan : PKI The Real Come Back !

7). PKI rengkarnasi menjadi Komunis Putih,agar dapat dengan mudah masuk-menyusup melalui lembaga-lembaga pendidikan agama —terutama Islam, mulai dari tingkat menengah (Madrasah Tsnawiyah dan Aliyah—swasta maupun negeri ), Pondok Pesantren (Ponpes)  hingga perguruan tinggi Islam baik swasta maupun negeri.

8). “Ayo kerja itu tagline pemerintahan komunis”. Nasakom adalah kita,bahkan, program BPJS Kesehatan disebutnya pula sebagai bagian dari fenomena Komunis. “Fenomena BPJS itu fenomena komunis. Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) itu simbol pemerintahan komunis,” jelasnya.(Alfian tanjung dalam suara Islam)

9). Tentang rencana pemerintah meminta maaf kepada PKI, mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) ini menyebut bila draft itu telah disiapkan sejumlah anak PKI yang sekarang menjadi anggota DPR seperti Ribka Tjiptaning, Rieke Dyah Pitaloka, Eva K Sundari dan Nursyahbani Katjasungkana.(Alfian tanjung dalam suara Islam)



Fakta jumlah korban…..

Inilah pembantaian yang sudah ditorehkan oleh penguasa Komunis di belahan dunia lain. Setidaknya terdapat 100 juta lebih nyawa yang dibantai. Sebuah jumlah yang melebihi jumlah korban Perang Dunia I dan II. Banjir darah dan banjir darah menjadi ciri khas kekuasaan Komunis di dunia.

500.000 rakyat Rusia dibantai Lenin (1917-1923)
6.000.000 petani Kulak Rusia dibantai Stalin (1929)
40.000.000 dibantai Stalin (1925-1953)
50.000.000 penduduk Rakyat Cina dibantai Mao Tsetung (1974-1976)
2.500.000 rakyat Kamboja dibantai Pol Pot (1975-1979)
1.000.000 rakyat Eropa Timur diberbagai Negara dibantai rejim Komunis setempat dibantu Rusia Soviet (1950-1980)
150.000 rakyat Amerika Latin dibantai rejim Komunis di sana.
1.700.000 rakyat berbagai Negara di Afrika dibantai rejim Komunis.
1.500.000 rakyat Afganistan dibantai Najibullah (1978-1987)
Masih kah kita akan terus ter-tidur dengan fakta-fakta yang ada???…Kita tidaklah membenci individu,tapi membenci sifat dan tingkah laku dari perbuatan “Ala komunis” yang meng-halalkan berbagai cara untuk merusaka keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia...WASPADALAH….

50 Tahun adalah,bukan sekedar ingat,mengingatkan…kenang,mengenang saja…Tapi MELEK…BUKA MATA…BAHAYA LATEN sudah semakin di depan mata…

Dari Ali Bin Abi Thalib,

“Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tak terorganisir”

Wawlahu’alam bishawab

Jakarta,30 September 2015

*Dalam rangka mengenang “Kudeta Pancasila oleh Komunis” 50 Tahun G30S/PKI

---
via herlybangkit.wordpress.com